Merajut kebersamaan ketika sedang tidak siap memang menimbulkan risiko. Tanyakan saja itu pada Dara (Zara) dan Bima (Angga). Ketika sedang sayang-sayangnya, mereka bukan ditinggalkan. Namun, dituntun pada hubungan yang lebih serius, Semuanya bermula dari Dua Garis Biru yang ditunjukkan Dara pada Bima. Sebuah pernikahan yang terlalu dini. Salahkah mereka? Mungkin saja iya, pun tidak. Tuhan tentunya tidak pernah menentang orang yang sedang berjodoh. Dara dan Bima adalah dua sosok itu. Hanya saja prosesnya berbeda. Terlalu dini bagi keduanya untuk merajut cinta dan berperan sebagai sosok yang sudah dewasa. Padahal keduanya, hanyalah remaja biasa yang seharusnya berada pada status “cinta monyet”. Ada pertentangan, tanya dan cinta di sini. Siapkan Dara dan Bima berada dalam posisi dua orang dewasa yang berjodoh, menikah, dan memiliki buah hati di usia yang muda? Hal ini masih ditambah lagi dengan sikap orang tua mereka yang memang menyatakan bahwa menjadi orang tua ad...