Sinopsis Film Gundala, Tayang di Bioskop Indonesia Mulai Kamis 29 Agustus 2019
Inilah sinopsis Film Gundala, superhero Indonesia yang mulai tayang di Bioskop mulai besok, Kamis 29 Agustus 2019.
Sutradara ternama Joko Anwar bersama rumah produksi Screenplay Films, akan merilis film terbarunya yang berjudul Gundala pada 29 Agustus 2019 besok.
Film superhero Gundala yang ditulis oleh Joko Anwar itu mengangkat tokoh Gundala yang diciptakan Hasmi lewat sebuah komik.
Gundala adalah superhero Indonesia dengan kearifan lokal.
Gundala dalam ceritanya mengenakan kostum ungu dengan topeng yang memiliki ornamen sayap pada bagian telinga kiri dan kanannya.
Dalam mencipta Gundala, Hasmi terinspirasi oleh tokoh legenda Jawa Ki Ageng Selo, Sang Penangkap Petir.
Gundala mengalahkan musuh-musuhnya dengan sejumlah kekuatan istimewa yang bersumber dari petir.
Sejak komik pertamanya terbit pada 1969, Gundala menjadi tokoh cerita bergambar legendaris Indonesia hingga kini.
Komik Gundala telah dirilis 23 judul hingga 1982.
Film Gundala bercerita tentang Sancaka telah hidup di jalanan sejak orang tuanya meninggalkannya.
Menjalani hidup yang sulit, Sancaka bertahan dengan memikirkan keselamatannya sendiri.
Ketika kondisi kota semakin memburuk dan ketidakadilan merajalela di seluruh negeri.
Sancaka harus memutuskan, apakah dia terus hidup untuk menjaga
dirinya sendiri atau bangkit untuk menjadi pahlawan bagi mereka yang
tertindas.
Dalam keterangan persnya, pemeran Sancaka dewasa alias Gundala, Abimana Aryasatya, menyebut bahwa ada 1.800 orang dilibatkan sebagai pemain dalam film ini. agen bola
“(Salah satu) setting film ini di sebuah pabrik yang menampilkan
banyak orang,” ujar Abimana kepada Kompas.com di Bandung, Sabtu
(13/7/2019) malam.
Abimana mengatakan, film ini memperlihatkan adegan kerusuhan yang besar.
Sehingga membutuhkan kerumunan orang dalam jumlah besar.
Selain Abimana Aryasatya, film Gundala juga dibintangi oleh Tara Basro, Bront Palarae , Ario Bayu, Rio Dewanto, Marissa Anita, Cecep Arif Rahman dan lain-lain.
Film Gundala
ini disutradarai oleh Joko Anwar dan menjadikan aktor Abimana Aryasatya
sebagai pemeran Sancaka yang tak lain adalah pemeran utamanya.
Nah, menilik sekilas tentang Gundala, pasti sebagian orang berpikir bahwa sosok yang diciptakan oleh komikusnya, Hasmi, agak mirip dengan tokoh The Flash.
The Flash adalah karakter pahlawan asli DC Comic yang juga beraliansi
dengan superhero lain sepeti Batman, Superman, hingga Aquaman.
Uniknya, The Flash dan Gundala sama-sama memiliki kekuatan petir.
Mengutip laman Tribun Pekanbaru (tayang 11 Oktober 2016) komik Gundala Putra Petir ini dirilis pada tahun 1969.
Jelas ada pengaruh superhero Amerika pada sosok Gundala ini.
Baik itu lewat desain karakter maupun jenis kekuatannya.
Sang pencipta pun tidak membantah, bahwa ia terinspirasi The Flash.
"Iya betul. Cuma kalau Flash saya kurang sreg, jadi ini saya ciptakan
yang menurut saya kecepatannya masih masuk akal nggak secepat cahaya."
tutur Hasmi kepada HAI beberapa waktu lalu.
Yang menarik adalah lokasi cerita berpusat di Yogyakarta, kebetulan Tanah kelahiran Hasmi.
Berawal dari seorang peneliti jenius bernama Sancaka.
Dia menemukan serum antipetir. Karena keasyikan menemukan penemuannya, dia sampai lupa hari ulang tahun kekasihnya.
Alhasil, hubungan mereka putus. Sancaka yang patah hati pun galau. Dia berlari di tengah hujan deras, dan petir menyambar.
Dalam
keadaan koma, dia ditarik sebuah kekuatan dari planet lain dan diangkat
anak oleh raja Kerajaan Petir yang bergelar Kaisar Kronz.
Jadilah ia diberkati kemampuan super. Mampu memancarkan gledek dari telapak tangannya.
Raja Taifun dari kerajaan Bayu pun memberinya kekuatan lari secepat angin.
Sejak saat itu, pada waktu-waktu tertentu, ia tampil sebagai jagoan
penumpas kejahatan berpakaian hitam ketat dengan sepatu dan cawat
berwarna merah.
Wajahnya tertutup topeng, hanya terlihat mata dan mulutnya, di sisi topengnya terdapat hiasan seperti sayap burung.
Sementara tokoh The Flash berawal dari pemuda bernama Barry Allen
yang tak sengaja terpapar radiasi nuklir saat sebuah ledakan terjadi di
laboratorium swasta bernama Star Labs.
Saat itu Barry Allen sedang bertugas di kantornya untuk menilik barang bukti yang ia miliki.
Karena ledakan itu pula, Barry yang merupakan seorang petugas polisi
itupun mendapatkan kekuatan mampu berlari secepat kilat dan tak jarang
ia menggunakan kekuatan tersebut saat bertugas di kepolisian.
The Flash telah diadaptasi ke film dan juga serialnya. Gundala dan The Flash (instagram kopijanjijiwa dan the.flash_speedforce)
Di film, sosok Barry Allen diperankan oleh aktor Ezra Miller dan ia muncul di film Justice League pada 2017 lalu.
Sementara di serialnya, Barry Allen diperankan oleh aktor Grant
Gustin dan dan seri tersebut telah memasuki musim ke 6nya di stasiun TV
The CW.
Haloo bro and sis..... Gue Tarniwijaya, orang maggil gue dengan nama Jo. Hoby banget baca buku apalagi nulis. Salah satu cita - cita gue jadi seorang blogger ntah blog apapun itu. Soo... enjoy. Nah diblog ini gue mau sharing tentang ringkasan film Indonesia. Selamat menikmati blog ini yaa.
Film Joker yang mengangkat kehidupan tokoh penjahat paling terkenal di dunia superhero akan dirilis pada hari Jumat (4/10), namun jelang pemutaran perdananya, film ini sudah menimbulkan banyak kontroversi. Bahkan menjadi persoalan bagi penegakan hukum di Amerika Serikat. Dalam sepekan terakhir, beberapa media di Amerika melaporkan pihak kepolisian telah mengeluarkan peringatan bagi para personilnya, dengan menyebut ancaman penembakan massal yang 'potensial' di hari pemutaran film Joker . Ingin brand dan produk Anda dipromosikan oleh influencer di social media? Langsung saja ke influencer marketing meaning sekarang juga Tujuh tahun yang lalu, seorang pria melepaskan tembakan saat pemutaran sekuel film Batman, The Dark Knight Rises di kota Aurora, negara bagian Colorado. Peristiwa ini menyebabkan 12 orang tewas dan 70 orang lainnya mengalami luka-luka. Image caption ...
Merajut kebersamaan ketika sedang tidak siap memang menimbulkan risiko. Tanyakan saja itu pada Dara (Zara) dan Bima (Angga). Ketika sedang sayang-sayangnya, mereka bukan ditinggalkan. Namun, dituntun pada hubungan yang lebih serius, Semuanya bermula dari Dua Garis Biru yang ditunjukkan Dara pada Bima. Sebuah pernikahan yang terlalu dini. Salahkah mereka? Mungkin saja iya, pun tidak. Tuhan tentunya tidak pernah menentang orang yang sedang berjodoh. Dara dan Bima adalah dua sosok itu. Hanya saja prosesnya berbeda. Terlalu dini bagi keduanya untuk merajut cinta dan berperan sebagai sosok yang sudah dewasa. Padahal keduanya, hanyalah remaja biasa yang seharusnya berada pada status “cinta monyet”. Ada pertentangan, tanya dan cinta di sini. Siapkan Dara dan Bima berada dalam posisi dua orang dewasa yang berjodoh, menikah, dan memiliki buah hati di usia yang muda? Hal ini masih ditambah lagi dengan sikap orang tua mereka yang memang menyatakan bahwa menjadi orang tua ad...
Komentar
Posting Komentar